Minggu, 20 Juli 2008

Mengapa Madu Van Dhanu Memilih Menggunakan Royal Jelly?

Royal Jelly adalah makanan kesehatan yang berasal dari makanan pokok ratu lebah yang diolah secara alami oleh lebah madu pekerja, mereka mencampur madu dan bee pollen dengan enzim dari kelenjar ludah untuk memproduksi royal jelly. Royal jelly yang disebut "susu ratu" sebetulnya bukan susu. Apalagi madu yang dihasilkan sang ratu lebah. Itu sebetulnya bahan makanan khusus untuk ratu lebah. Diduga karena terus-menerus makan royal jelly, maka Ratu Lebah itu bisa berumur antara 5 - 6 tahun.
Komposisi royal jelly terdiri atas 67% air, 12,5% protein, 11% karbohidrat sederhana, 5% asam lemak. Selain itu, royal jelly mengandung mineral kalium, kalsium, zinc, iron, mangan, vitamin A, B-kompleks, C, D dan E.
Berdasarkan komposisinya, royal jelly mengandung protein dan lemak lebih tinggi dibanding madu. Oleh karena itu, royal jelly mempunyai kandungan protein gamma-globulin untuk kekebalan dan stamina tubuh.
Asam lemak dalam royal jelly terutama trans-10-hydroxy delta-2-decenoic acid (HDA) yaitu monounsaturated fatty acid bermanfaat menjaga kulit dari dehidrasi dan juga berfungsi sebagai anti radang.
Royal jelly juga mengandung collagen, lecithin dan vitamin A, C, D and E yang bermanfaat untuk kesehatan kulit. Selain itu, royal jelly mengandung phytosterols (beta-sitosterol) dan enzim, disamping acetylcholine dan hormon estradiol and testosteron untuk menurunkan kolesterol.
Royal Jelly sangat baik sebagai penambah sumber energi (catatan: akan tetapi royal jelly bukan sumber energi (kalori) yang lebih baik dibanding madu karena madu mengandung karbohidrat 82,4%, jauh lebih banyak dibandingkan dengan karbohidrat dalam Royal Jelly), meningkatkan vitalitas dan tenaga, mengatasi kelelahan kronis, memperlambat proses penuaan, mengatasi asma, pengaturan berat badan, masa penyembuhan, membantu meningkatkan sistem kekebalan, menurunkan kadar kolesterol, menjaga kesehatan jantung, anti-depresi, hipertensi, penyembuhan liver, membantu mengatasi masalah akibat menopause, membantu mengatur keseimbangan hormon, memiliki kandungan hormon insulinoid peptide sebagai pengganti hormon insulin dan membantu mengurangi kadar gula dalam darah.
Mineral dan Vitamin yang terkandung dalam Royal Jelly akan mengefektifkan dan menjaga kerja kelenjar yang menghasilkan hormon seksual baik pada pria maupun wanita, sehingga dapat membantu mempertahankan dan meningkatkan vitalitas seksual.
Dalam beberapa penelitian, royal jelly memberikan petunjuk katanya bisa menggantikan sel-sel tubuh yang mati, serta memelihara kebugaran tubuh. Juga disebut-sebut - lagi-lagi katanya - mampu mempertahankan keperkasaan lelaki. Bahkan, beberapa ahli lebah madu di Eropa kini kabarnya sedang meneliti kemungkinan royal jelly untuk mengobati penderita leukemia, kanker, dan AIDS.
Beberapa hasil penelitian ilmuwan luar negeri tentang Royal Jelly:


Dr Alfred Vogel, Seorang Naturopath Ternama berasal dari Swiss:
“Royal Jelly tidak hanya memberikan vitalitas dan awet muda melalui kemampuannya meningkatkan kelenjar endocrine, tetapi juga mampu melawan batuk rejan, khususnya pada anak-anak. Penelitian menemukan bahwa seorang anak dengan jasmani tubuh yang lemah, dapat dengan segera menambah dan meningkatkan selera makan yang lebih baik jika di berikan Royal Jelly." Dia juga mengatakan, "Manfaat juga bisa di peroleh pada kasus bronkhitis, migren, nafsu makan dan masalah gallbladder, pencernaan, syaraf, keletihan akibat kekurangan kelenjar endocrine." Dan banyak lagi masalah-masalah kesehatan lain nya yang dapat di perbaiki, dan memungkinkan untuk di sembuhkan, jika kita mengkonsumsi Royal Jelly secara teratur.

Ray Sahelian, M.D:
Royal Jelly, dikeluarkan dari kelenjar liur lebah Pekerja, dipergunakan sebagai makanan untuk larvae (Calon Ratu) dan sebagai satu-satunya makanan untuk larvae. Royal Jelly mengandung campuran vitamin, mineral, protein dan asam lemak. Beberapa studi pada binatang pengerat menunjukkan bahwa Royal Jelly merupakan Anti-Inflammatory dan Anti Tumor.
James F. Balch, M.D., and Phyllis A. Balch dalam bukunya Prescription for Nutritional Healing:
Menulis “Royal Jelly diketahui dapat membantu mengatasi penyakit liver/hati, pankreas, insomnia, mag, penyakit ginjal, patah tulang dan menghaluskan kulit, serta dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan.




Kesimpulan :
Royal Jelly memiliki kandungan gizi yang tinggi dan lengkap karena kaya akan berbagai macam protein, vitamin, asam amino esensial, mineral, enzim dan hormon yang mutlak diperlukan oleh tubuh manusia dan memiliki kandungan lebih dari 30 jenis asam amino (termasuk 8 asam amino esensial) yang semuanya diperlukan oleh tubuh manusia terutama untuk mendukung sistem kekebalan dan menyediakan pertahanan dasar untuk melawan sumber penyakit dari luar tubuh yang berbahaya dan mempercepat proses perbaikan sel-sel tubuh yang rusak dan mempercepat regenerasi sel-sel tubuh yang baru.

disarikan dari berbagai sumber

Sabtu, 19 Juli 2008

Mengapa Madu Van Dhanu Memilih Menggunakan Ginseng?

Di dalam kitab pengobatan Cina, Shen Nung's Pharmacopeaia, disebutkan bahwa ginseng adalah penguat daya tahan tubuh. Sejak zaman Kaisar Shen Nung (3500 SM), ginseng bahkan dijuluki sebagai "rajanya obat". Nilainya dianggap lebih tinggi daripada emas, Ginseng paling mahal dan tinggi kualitasnya adalah ginseng liar yang berasal dan Manchuria.
Paling tenar sebagai obat penguat (tonik), tapi akar ini juga mujarab untuk meningkatkan fungsi imun, meredakan stres, antipenuaan, dan bersifat antioksidan.

Menurut Institute Herbal Medicine Beijing, penggunaan ginseng untuk keperluan pengobatan sudah dilakukan lebih dari 10.000 tahun yang lalu. Sementara keberadaannya di bumi sudah ada sejak 150 juta tahun yang lalu.

Berdasarkan jenisnya, ginseng di dunia ada 3 yaitu :
1. Ginseng Asia - Panax Ginseng (berasal dari Korea, Cina, dan Jepang)
2. Ginseng Siberia - Eleutherococcus Senticosus (berasal dari Siberia, Rusia)
3. Ginseng Amerika - Panax Quinquefolius (berasal dari Amerika Utara)

Ginseng dinyatakan berkhasiat antara lain untuk mengurangi kelelahan, meningkatkan stamina, memperbaiki kondisi mental, meningkatkan pengeluaran cairan tubuh, mencegah diabetes, menguatkan sistem pencernaan, mencegah iritasi, serta mengeluarkan racun.

Karena diyakini dapat meningkatkan energi tanpa memaksakan kemampuan tubuh. itulah banyak atlet yang memanfaatkan ginseng. Banyak atlet asal Cina,Korea, dan Rusia yang minum ginseng, selain menguasai teknik dan taktik, juga kuat dalam hal stamina. Dan itu membuat mereka unggul dibandingkan dengan atlet dari negara-negara Asia lainnya.

Bagian tanaman yang mengandung zat aktif dan umum digunakan adalah akar. Selain zat aktif ginsenosides (ginseng Panax) atau eleutherosides (ginseng Siberia), ginseng juga mengandung minyak, sterol, pati, gula, pektin, vitamin B1, B2, dan B12, kolin, lemak, dan mineral (termasuk seng, tembaga, magnesium, kalsium, besi, mangan, dan vanadium).


Akar ginseng China dijual dalam dua variasi: ginseng putih dan ginseng merah.

Ginseng putih berupa akar ginseng kering.

Sedangkan ginseng merah (kebanyakan dan Korea) adalah akar ginseng yang dikukus dahulu baru dikeringkan. Proses pengukusan menyebabkan warna akar menjadi kemerahan. Yang merah konon memberi efek lebih hangat/panas (yang) pada tubuh dibandingkan yang putih.

Penelitian terhadap ginseng memang telah dilakukan sejak tahun 1960, oleh para ilmuwan Cina, Amerika Serikat, Jepang, juga Eropa.

Mereka menemukan manfaat ginseng antara lain mengurangi kelelahan, meningkatkan dan menjaga stamina, memperbaiki kondisi mental, meningkatkan pengeluaran cairan tubuh, mencegah diabetes, menguatkan sistem pencernaan, mencegah iritasi, mengeluarkan racun dari tubuh, sampai dengan mencegah kebotakan.

Zat-zat aktif pada ginseng membantu proses penyembuhan dengan cara merangsang pembentukan antibodi tertentu. Zat-zat ini turut melancarkan pembentukan hormon dan juga sperma dengan cara melebarkan saluran pembuluh darah pada alat reproduksi pria.

Ginseng juga dapat digunakan untuk mengatasi lelah berkepanjangan (fatigue) dan efek samping stres pada tubuh, serta mengembalikan vitalitas setelah sakit lama. Penelitian tentang terapi dengan ekstrak ginseng pada pasien diabetes, hipertensi, kanker, dan penyakit lain menunjukkan peningkatan kondisi kesehatan yang relatif cepat dan tanpa efek samping. Hasil ini dibandingkan dengan penggunaan obat kimia yang seringkali bersifat toksik serta menimbulkan komplikasi.


Di tahun 1969, Brehman, ilmuwan dari Uni Soviet (kini Rusia), juga meneliti manfaat ginseng. Dia mendapatkan hasil bahwa tentara Uni Soviet yang mengonsumsi ginseng mampu lari lebih cepat ketimbang yang tidak makan ginseng.


Atasi Gangguan Ereksi

Keampuhan ginseng untuk mendongkrak kemampuan seksual tampaknya bukan sekadar mitos. Ginseng merah (red ginseng) yang banyak terdapat di Korea bersifat aprodisiak dan efektif untuk mengatasi gangguan ereksi.

Kajian mengenai manfaat ginseng untuk gangguan ereksi dilakukan di University of Ulsan dan Korea Ginseng and Tobacco Research Institute di Seoul, Korea Selatan, dan dilaporkan oleh "The Journal of Urology".

Penelitian itu melibatkan 45 pria yang mengalami gangguan ereksi. Hasilnya, nilai fungsi ereksi, hasrat, dan kepuasan seksual dalam bersenggama ternyata lebih tinggi. Para pria itu mengaku mampu memperoleh dan mempertahankan ereksi dengan lebih baik saat memperoleh ginseng.



disarikan dari berbagai sumber
peluang usaha